Rabu, 18 Februari 2015

Perkembangan Bola Voli di Negara - Negara Amerika Latin

   Di Kuba, permainan bola voli untuk pertama kalinya diperkenalkan pada tahun 1905 (Kuba merupakan salah satu peserta pada Games of the New Emerging Forces = GANEFO di Jakarta pada tahun 1963). Regu Kuba pada waktu mengikuti GANEFO kemampuannya masih jauh di bawah Indonesia. Akan tetapi 10 tahun kemudian, regu putera dan puteri Kuba sudah dapat menduduki peringkat 10 besar di dunia. Pada Olimpiade Munich 1972, meskipun tidak memperoleh medali, tapi pada babak pendahuluan regu putera Kuba berhasil mengalahkan regu Jepang yang saat itu menjadi juara. Pada Olimpiade Montreal tahun 1976, regu putera Kuba berhasil memperoleh juara III.
  Dari Kuba olahraga ini menyebar ke Meksiko pada tahun 1917. Yang menyebarkan adalah mahasiswa - mahasiswa YMCA College dari Springfield. Kejuaraan nasional pertama kali dilaksanakan di Mexico City pada tahun 1929. Di Kuba sendiri baru dilaksanakan kejuaraan nasional pada tahun 1930 yang diselenggarakan di Havana. Induk organisasi bola voli Meksiko adalah The All Mexico Volleyball yang didirikan pada tahun 1933.
    Di Uruguay permainan bola voli diperkenalkan oleh Prof. Ingkana dari YMCA. Pada tahun 1946 didirikan The South American Volleyball Confederation. Kejuaraan pertama konfederasi ini diselenggarakan pada tahun 1951 di Rio de Jeneiro, Brasil.
     Permainan bola voli mulai dimasukkan ke dalam salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada Pan American Games tahun 1955 di Mexico City. Keluar sebagai juara adalah regu putera Amerika Serikat dan regu puteri Meksiko. Sebelas tahun berikutnya, yaitu tahun 1966 berdirilah konfederasi bola voli Amerika Tengah (The Central American Volleyball Confederation). Konfederasi ini dapat menyelenggarakan "The First Central American Championships" , pada tahun 1967 di Mexico City.
     Pada tahun 1968, Amerika Serikat dan Kanada digabungkan ke dalam kelompok negara anggota konfederasi bola voli Amerika Tengah. Pada tahun itu pula nama konfederasi ini diubah menjadi North and Central American and Caribboan Volleyball Confederation (NORCECA). Kejuaraan konfederasi ini dapat diselenggarakan pada tahun 1969 di Mexico City.


Dikutip dari  Modul Permainan Bola Voli FPOK UPI (2010) karya Dr. Yunyun Yudiana, M.Pd. dan Drs. H. Toto Subroto, M.Pd.

Selasa, 17 Februari 2015

Sejarah Permainan Tenis Meja di Dunia

A. Sejarah Permainan Tenis Meja di Dunia

           Pada mulanya permainan tenis meja dikenal sebagai hiburan ringan atau rekreasi yang dilakukan di tengah masyarakat. Mulai abad XII bangsa Perancis sudah mengenal bahkan telah menggemari permainan ini yang mirip dengan permainan tenis meja, yakni dengan menggunakan kertas yang digulung sebagai bolanya dan dipukul dengan tangan. Pada waktu itu seorang gadis dan seorang pemuda memukul bola plastik kecil melintas di atas net (yang selanjutnya disebut pingpong). walaupun terlihat sangat sederhana, namun permainan ini sangat menarik sehingga dianggap sebagai awal dari permainan tenis meja yang sesungguhbnya seiring dengan perkembangan zaman.

          Beberapa sumber mengatakan, salah satu diantaranya Nurlan Kusmaedi (2000) bahwa: " Permainan tenis meja ini berasal dari Inggris, yaitu pada abad pertengahan dengan nama cossima dan whiff-whaff, dimana permainan ini dikembangkan oleh angkatan oleh angkatan bersenjata Inggris yang berkedudukan di India." Selanjutnya pada akhir abad ke 19 permainan ini semakin digemari di Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat. Pada waktu itu permainan ini diberi nama Ping pong, karena hasil suara perkenaan antara bola dengan raket.

          Pada permulaan abad ke 20, permainan ping pong sedikit demi sedikit mendapatkan beberapa bentuk permainan, meskipun masih serba kompleks. Orang yang belum memahami benar permainan ini masih menganggap permainan ping pong hanya sekedar hiburan, rekreasi, atau sebagai pengisi waktu luang. Jadi pada waktu itu permainan ping pong belum dianggap sebagai salah satu cabang olahraga. Namun demikian, pada perkembangan selanjutnya bermain ping pong itu memerlukan latihan yang cukup intensif, karena pada tahapan yang sudah terampil pelaku harus mampu memukul bola lebih dari 100 mph dan harus dapat menguasai bola dengan baik.

          Setelah Perang Dunia II, tenis meja mengundang simpati dan mempesonakan setengah dari benua Eropa. Hungaria dan Cekoslovakia menghasilkan pemain - pemain kaliber dunia serta memperkenalkan teknik permainan lebih maju, sehingga pada tahun 1903 dikeluarkan suatu ketentuan mengenai pakaian yang digunakan untuk pria maupun wanita. Selain itu diberi juga petunjuk teknis mengenai lapisan karet berbintik - bintik pada raket/bet. Selanjutnya antara tahun 1905 - 1910 permainan ping pong di Eropa Tengah menjadi populer dan terkenal. Pada tahun itu pula permainan ping pong masuk ke Asia, yaitu ke Jepang, kemudian menyebar ke Korea dan China.

           Pada tahun 1920 permainan tenis meja mulai berkurang penggemarnya di Eropa dan hanya bertahan di Inggris dan Wales. Pada waktu itu permainan ping pong sudah terdaftar sebagai nama resmi, yaitu "Table Tennis" atau kita sebut "Tenis Meja". Enam puluh tahun kemudian tenis meja mulai berkembang menjadi salah satu cabang olahraga yang banyak penggemarnya di seluruh dunia di bawah naungan sebuah organisasi yang mengatur tenis meja, yaitu ITTF (International Table Tennis Federation) yang menjamin bahwa tenis meja merupakan cabang olahraga yang dipertandingkan secara resmi.

           Pertandingan tenis meja pertama diselenggarakan di London tahun 1926, yang merupakan kompetisi antara 7 negara dan selanjutnya diikuti oleh 34 negara, dimana Inggris menjadi unggulan dengan atletnya bernama Fred Derry. Selanjutnya Fred Derry ini memenangkan kejuaraan tunggal Wimbledon pada tahun 1928 - 1929. Pada tahun 1928 - 1929 pun, Fred Derry menjadi juara tunggal tenis lapangan Wimbledon Inggris. Perkembangan selanjutnya Eropa Timur pun sukses menjadi yang terbaik sehingga Viktor Barna dan Richard Bergmann menjadi tokoh legendaris. Viktor Barna sendiri menjadi raja tenis meja selama 16 tahun dalam nomor tunggal dan ganda.


B. Sejarah Perkembangan Permainan Tenis Meja di Asia

          Di benua Asia, usaha mempopulerkan cabang olahraga tenis meja dimulai sejak diselenggarakannya kejuaraan dunia di Bombay India pada bulan Februari tahun 1952. Peserta dari beberapa negara Asia memutuskan untuk membentuk federasi tenis meja dengan nama The Table Federation of Asia (TIFA). TIFA telah berhasil menyelenggarakan 10 kejuaraan Asia diantaranya:
1. Ke I diselenggarakan tahun 1952 di Singapura;
2. Ke II diselenggarakan tahun 1953 di Tokyo Jepang;
3. Ke III diselenggarakan tahun 1954 di Singapura;
4. Ke IV diselenggarakan tahun 1957 di Manila;
5. Ke V diselenggarakan tahun 1960 di Bombay India;
6. Ke VI diselenggarakan tahun 1963 di Manila;
7. Ke VII diselenggarakan tahun 1964 di Seoul Korea;
8. Ke VIII diselenggarakan tahun 1967 di Singapura;
9. Ke IX diselenggarakan tahun 1969 di Jakarta Indonesia;
10. Ke X diselenggarakan tahun 1970 di Nagoya Jepang.

           Dengan TIFA beberapa negara Asia seakan kurang puas karena TIFA belum menghimpun secara keseluruhan kekuatan tenis meja di Asia sebagaimana tercantum dalam anggaran dasar TIFA, maka pada bulan Mei 1972 perwakilan dari Asosiasi Tenis Meja China, Jepang, dan DPR Korea mengadakan pertemuan khusus untuk mengambil inisiatif guna mengadakan pertemuan pendahuluan di Beijing China yang dihadiri oleh 16 Delegasi negara Asia, antara lain: Jepang, China, Korea, Irak, Iran, Lebanon, Malaysia, Kuwait, Pakistan, Srilanka, Nepal, Singapura, Thailand, Vietnam, India, dan Philipina. Atas keputusan bersama, maka pada tanggal 17 Mei 1972 dibentuk "Asian Table Tennis Union (ATTU)" dengan kongres dan kejuaraan pertama dilaksanakan di Beijing pada bulan September 1972.
            Sejak tahun 1972 - 1982 ATTU sudah melaksanakan kejuaraan Asia sebanyak 6 kali yaitu di Beijing China, Yokohama Jepang, Pyongyang Korea, Kuala Lumpur Malaysia, Calcuta India, dan Jakarta Indonesia. Adapun tujuan pembentukan ATTU adalah untuk mempererat persahabatan antara pemain tenis meja dan bangsa - bangsa dari negara Asia dan mempertinggi popularitas, pengembangan, dan prestasi tenis meja di Asia.

C. Sejarah Perkembangan Organisasi Permainan Tenis Meja

            ITTF didirikan berdasarkan hasil diskusi yang diadakan di Berlin pada tanggal 15 Januari 1926 atas prakarsa Dr. George Lehman dari Jerman. Pada tahun 1926 Inggris mengundang tiap peserta untuk mewakili negaranya ke kejuaraan Eropa di Inggris London. Setelah kejuaraan berakhir diadakan pertemuan resmi untuk mendirikan ITTF. Kejuaraan tersebut diadakan di Memorial Hall Ferrington Street, terdiri dari pemain - pemain Inggris, Cekoslovakia, Denmark, Jerman, Swedia, Wales, Hongaria, dan Australia. Pada tanggal 12 Desember 1926 dihasilkan kesepakatan mengenai anggaran dasar dan peraturan pertandingan serta kejuaraan Eropa diganti dengan kejuaraan dunia yang pertama.

            Pada bulan Januari 1928 diadakan kejuaraan dunia ke 2 di Stockholm dan sampai tahun 1939 sudah terdaftar 28 negara yang ikut sebagai anggota ITTF. Ponivor Montagu dari Inggris adalah presiden pertama ITTF dan kemudian mengundurkan setelah 41 tahun memimpin ITTF yaitu tahun 1926 - 1967. Selanjutnya diganti oleh H. Roy Evans dari Wales sampai sekarang.

            ITTF mengangkat H. Roy Evans sebagai Sekretaris Jenderal ITTF pada bulan Maret tahun 1976 yang berkantor di St. Leonardson Sea Inggris. Pada bulan September 1981 Lesion ke 84 dari International Olympiade Commite (IOC) ditetapkan bahwa olahraga tenis meja harus dimasukkan dalam Olympic Games XXIV di Seoul Korea Selatan yang berlangsung pada tahun 1988.

            Pada bulan November 1977 IOC mengakui bahwa cabang olahraga tenis meja adalah sebuah cabang Olympic  dan satu - satunya induk organisasi yang mengaturnya adalah ITTF. Sampai usianya yang ke ke 58 setelah berakhirnya kejuaraan dunia ke 37 ITTF sudah beranggotakan 121 negara. Hal ini menyebabkan ITTF menjadi Federasi Internasional terbesar untuk cabang olahraga yang mempergunakan raket/bet dan termasuk dalam 6 besar dunia.



Dikutip dari Modul Permainan Tenis Meja untuk Prodi PJKR Jurusan Pendidikan Olahraga FPOK UPI 2011, karangan Dian Budiana, M.Pd. dan Yusup Hidayat, S.Pd., M.Si.

Minggu, 01 Februari 2015

Permainan Softball

1. Sekilas Sejarah Softball

Permainan softball diciptakan oleh George Hensock (Amerika Serikat) pada tahun 1887. Peraturan permainan mulai disusun oleh oleh Lewis Robert pada tahun 1906. Matthew kemudian mulai mengembangkannya pada tahun 1916. Tahun 1969 untuk pertama kalinya di Indonesia, softball masuk dalam acara pertandingan pada PON VII di Surabaya. Induk organisasi softball adalah PERBASASI (Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia).


2. Perlengkapan Softball

Untuk memainkan softball kita perlu memperhatikan hal - hal berikut.
a. Saat bermain harus memakai kostum seragam dengan ketentuan bagian depan kaos ditulis nama daerah (perkumpulan) dan bagian belakang nomor punggung.
b. Perlengkapan untuk penjaga memakai glove semacam sarung tangan, terbuat dari kulit agak tebal dengan ukuran berat 283,33 gram. Untuk penjaga belakang (catcher) selain memakai glove, juga dilengkapi dengan pelindung muka atau kepala yang disebut masker/face mask dan pelindung badan yang disebut body protector.
c. Bola dibuat dari kulit berwarna putih dengan keliling 30,5 cm. Pemukul biasanya terbuat dari kayu dengan ukuran panjang 86,4 cm.

3. Pemain

Jumlah pemain softball setiap regunya 9 orang. Dari 9 pemain harus ada yang ditunjuk sebagai kapten regu. adapun susunan pemain sebagai berikut.
Pemain 1 : pitcher
Pemain 2 : catcher
Pemain 3 : first baseman
Pemain 4 : second baseman
Pemain 5 : third baseman
Pemain 6 : short shop
Pemain 7 : left fielder
Pemain 8 : center fielder
Pemain 9 : right fielder

4. Lapangan Softball

Bentuk lapangan permainan softball adalah bujur sangkar dengan ukuran panjang tiap - tiap sisinya adalah 16,76 meter. Jarak dari home base ke tempat pelempar adalah 13,07 meter. Tempat pelempar berdiri seluas 60 x 15 cm. Permainan softball ada 3 base (base I,II,III), sedang base IV langsung dilalui dan merupakan tempat untuk memukul. Base terbuat dari karpet karet dengan ukuran 38 x 38 cm dan tepal sampai 12,5 cm. Sedangkan khusus home base IV dengan ukuran 43 x 21,5 cm dengan sisi puncaknya berukuran 30  cm.
         Perpanjangan garis dari home base ke base I dan ke base III dinamakan garis batas atau sektor. Gunanya untuk menentukan jatuhnya bola di dalam atau di luar garis batas tersebut.



Gambar Lapangan Softball


5. Teknik Dasar Pelambung (Pitcher)

a. Siswa berdiri berpasangan melakukan lempar tangkap. Lemparan bola dilakukan dari arah bawah, Lakukan dengan mengayun tangan dari belakang ke depan.
b. Berdiri sikap melangkah, bola dipegang di depan badan, pandangan ke arah pemukul. Tangan yang memegang bola diputar ke atas, ke belakang, lalu ke depan. Sebelum tangan kembali ke sikap awal pada saat tangan kanan di samping badan lepaskan bola ke depan dan usahakan ketinggian bola di antara lutut dan bahu pemukul. Akhiri gerakan kaki kanan ke depan, berat badan dibawa ke depan.

6. Teknik Memegang Tongkat

       Kayu pemukul dipegang erat dengan kedua tangan saling merapat. Sendi antara kedua dan ketiga jari - jari tangan yang di atas segaris dengan pertengahan ruas ketiga jari tangan yang ada di bawahnya.
Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memegang tongkat/stick softball.
a. Pegangan bawah : tongkat dipegang dekat bonggol.
b. Pegangan tengah : tongkat dipegang dengan posisi tangan bawah 2,5 cm / 5 cm dari bonggol.
c. Pegangan atas     : tongkat dipegang dengan posisi tangan bawah 7,5 cm / 10 cm dari bonggol.



7. Cara Bermain Softball

a. Regu yang mendapat giliran memukul, setiap pemain mendapat kesempatan 3x memukul. Jika pukulan yang pertama atau kedua sudah baik, pemukul harus segera lari.
b. Urutan pemukul ditentukan oleh nomor urut yang telah ditentukan sebelum permainan dimulai.
c. Tiap - tiap base hanya boleh diisi oleh seorang pemain pemukul, dimana pemukul pertama tidak boleh dilalui pemukul kedua dan seterusnya.
d. Pemain bebas mengadakan gerakan selama bola dalam permainan, kecuali bila pitcher sudah siap untuk melempar bola kepada pemukul.
e. Pada waktu akan di "tik" pelari tidak boleh menghindar dengan berlari ke luar atau ke dalam dari batas yang telah ditentukan.

8. Strike

          Strike akan dihitung bila terjadi hal - hal berikut.
a. Bola yang dipukul, baik kena atau tidak kena.
b. Lemparan yang baik (antara bahu dan lutut) tetapi tidak dipukul.
c. Bola yang dipukul meleset keluar. Apabila pukulan itu terus - menerus meleset, maka akan diulang sampai pukulan tadi baik. Kecuali bila pukulan meleset itu melambung dan tertangkap regu penjaga, maka pemukul itu dinyatakan mati.

9. Free Walk

Free walk (lari bebas bagi pemukul) diberikan bila terjadi hal - hal berikut.

a. Pitcher melempar bola 4 x (4 x pula melakukan ball atau salah).
b. Pemukul dihalang - halangi oleh regu penjaga pada waktu akan menuju ke base.
c. Bila semua base terisi, sedangkan pemukul telah 3 x tidak mengenai pukulannya disebabkan pitcher melemparkan bolanya salah terus atau ball.

10. Cara Mematikan Pemain dan Pertukaran Tempat

          Cara mematikan pemain dengan jalan di"tik"  sebelum pelari sampai mengenai base. Pertukaran tempat antara regu pemukul dan regu penjaga terjadi jika regu pemukul dinyatakan tiga kali mati.

11. Cara Mendapatkan Angka

          Setiap pelari dengan pukulan yang baik dapat kembali dengan selamat melampaui home base mendapat nilai 1. Setiap pelari yang menuju base harus berada di base tadi dan tidak boleh lewat. Apabila lewat boleh di"tik" kecuali lari pada base yang pertama boleh lewat (tetapi tidak berpura - pura dengan maksud agar langsung ke base kedua).
          Jika ada bola yang dipukul melambung dan dapat tertangkap oleh regu penjaga, maka si pemukul langsung dinyatakan mati. Para pemain lainnya harus kembali ke base yang semula ditempati dengan cepat agar base-nya tidak dibakar. Pemain yang telah dinyatakan mati tidak dapat melanjutkan perjalanannya, Ia harus masuk kotak (tempat yang disediakan) untuk menunggu gilirannya memukul lagi.

12. Lamanya permainan

         Lama bermain ditentukan dengan inning dan lamanya permainan softball adalah 7 inning. Apabila nilai yang diperoleh masing - masing regu jumlahnya sama selama permainan 7 inning itu, maka pertandingan dapat dilanjutkan dengan menambah inning. Dalam peraturan internasional, apabila regu menolak permainan ulang atau inning yang ditetapkan oleh wasit, maka ia dinyatakan kalah dengan angka 0 - 7.